Kamis, 16 Februari 2012

Perlu Dukungan Berbagai Hal

Siswa SMK Ciamis Masih Belajar Merakit Mobil
Sejak beberapa bulan lalu SMKN 2 Ciamis berencana merakit mobil. Namun belum juga program itu terwujud, anak SMK di Solo sudah lebih dulu membikin kejutan dengan membuat mobil. Namanya mobil Kiat Esemka. Tapi anak Ciamis pun tak akan menyerah, meski masih ada kendala di sana-sini.
………………………………………..

Membuat mobil ternyata bukan hal yang mudah. Apalagi bagi anak SMK di daerah. Perlu berbagai hal agar mereka bisa membuat mobil hebat nan mempesona. Dan itu tak bisa dilakukan ujug-ujug.
Hal tersebut diungkapkan kepala SMK Negeri 2 Ciamis, Drs. Joko Maryoto. Menurut Joko, untuk membuat mobil seperti Mobil Esemka di Solo, Jawa Tengah, SMK di Ciamis hingga saat ini masih belum mampu.
“Selain memerlukan dana juga tentu saja Sumber Daya Manusia-nya juga harus dipersiapkan. Selain itu, perlu dukungan berbagai pihak dalam pembuatan mobil seperti itu. “ ujar Joko terus terang.
Menurut Joko, dia tahu persis SMKN 2 Solo, karena dirinya adalah alumni sekolah tersebut. Mereka tidak secara tiba-tiba bisa menciptakan sebuah mobil, tetapi memerlukan waktu dan proses. Mereka pun didukung dana yang luar biasa dan kerjasama dengan stakeholder lainnya.
“Saya tahu persis SMKN 2 Solo, karena Sekolah tersebut merupakan almamater saya,” terang Joko.
Untuk SMK Negeri 2 Ciamis, dalam pembuatan mobil saat ini baru tahap pembelajaran merakit mobil. Dirjen pun berencana memberikan bantuan kepada SMKN 2 Ciamis. Tetapi, itu pun bantuannya belum datang, masih di perjalanan menuju ke Indonesia, karena menurut sumber katanya mobilnya buatan Cina. Bentuk mobil yang akan dirakit adalah bak terbuka (pick up) dan mobil box.
“Kita akan menerima pretelan mobil yang siap kita rakit, untuk pembelajaran”, jelas Joko.
Lanjut Joko, jika program perakitan mobil akan berjalan, pihaknya memerlukan berbagai fasilitas pendukung. Seperti butuh lahan.Lahan dibutuhkan untuk ruang praktek perakitan dan showroom untuk memajang mobil hasil rakitan. Selain itu untuk suku cadang.

Siapkan Kurikulum
Akan tetapi, kata Joko, untuk saat ini SMK Negeri 2 Ciamis sudah setingkat lebih tinggi dari SMK lain karena sudah siap untuk merakit mobil. SMKN 2 Ciamis masuk dalam pilihan SMK se Indonesia yang akan merakit mobil.
Menurut Joko, sementara ini langkah awal SMKN 2 Ciamis sedang menyusun kurikulumnya terlebih dahulu, dan mempersiapkan secara matang mengenai perakitan mobil tersebut.
Sedangkan menurut Ketua Program Keahlian, Agus Nurdin, S.Pd., bantuan mobil tersebut bukan untuk produksi atau diperjualbelikan tetapi hanya untuk pembelajaran. Adapun nanti, mobil rakitan tersebut akan menjadi asset negara.
“Walaupun mobil ini hanya untuk pembelajaran tetapi ke depan akan kita pikirkan, bagaimana kita bisa menjual mobil rakitan hasil sekolah ini” jelasnya.
Dengan adanya bantuan tersebut, merupakan bukti kepercayaan pemerintah pusat bagi SMK Negeri 2 Ciamis, karena hanya sekolah yang dianggap layak yang diberi bantuan ini. Bantuan tersebut sangat menguntungkan bagi pihak sekolah, karena selain menambah wawasan peserta didik, juga menambah kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sini.
“Kita pun pasti akan memegang kepercayaan pemerintah tersebut, dengan tetap melatih kedisiplinan peserta didik”, tambah Agus.
Agus melanjutkan, dengan adanya bantuan ini, para siswa SMKN 2 Ciamis nantinya akan dilatih oleh dua orang yang bertugas sebagai quality control. Kalau hasilnya bagus layak dilanjutkan.
“Untuk sekarang ini pembuatan mobil di SMK dianggap merupakan salah satu solusi ekonomi bangsa. Karena, selain mendidik siswa menjadi terampil, out put sekolahpun tidak nganggur karena mereka bisa berdikari dalam mencari nafkah untuk bekal hidupnya”, pungkas Agus.
(nung/ayu/ganesha)

Tidak ada komentar: