Rabu, 13 Maret 2013

Siapa Pejabat Baru & ke Mana Pejabat Lama?


H. Tatang Jadi Kadis Definitif 
Pelantikan pejabat eselon II, III, IV dan V serta kepala TK, SD, SMP, SMA, SMK pada hari Kamis (27/12) telah mengangkat wajah-wajah baru. Namun banyak pula wajah lama yang hanya bertukar daerah kerja dan ada juga yang dipromosikan menduduki jabatan baru. Siapa saja dan kemana mereka dipindahkan? 
...................................
Mari kita mulai dari “mabes” Disdik Kabupaten Ciamis. Di komplek perkantoran Kertasari ini, posisi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis yang sempat kosong sejak bulan Agustus 2012 setelah ditinggalkan pensiun oleh H. Akasah, per tanggal 27 Desember 2012 diisi secara definitif oleh H. Tatang, S.Ag, M.Pd. Posisi ia sebelumnya, yaitu Sekretaris Disdik Kabupaten Ciamis diisi oleh Drs. H. Hidayat Taufik, M.M. Sedangkan Kabid Dikmen yang ditinggalkan oleh Pak Opik, demikian panggilan untuk H. Hidayat Taufik diisi oleh Drs. Adang Sudrazat, M.Si. Sedangkan Drs. H. Anto Risyanto yang sebelumnya menjabat Kasi TK/SD mengisi posisi Adang sebagai Kabid Dikdas. 

Kemudian Mahyail, S.Pd. menggantikan posisi H. Anto. Masih di lingkungan Dikdas, H. Dede Hermawan yang sebelumnya bertugas menjadi Kasi SMP diganti oleh Sutisna, S.Pd., M.M. mantan Kepala UPTD Pendidikan Panumbangan. H. Dede sendiri bertugas menjadi Kepala UPTD Pendidikan Rancah.

Perubahan Lain
Untuk di lingkungan Bidang PNFI terdapat perubahan formasi. Kasi Kesetaraan Pendidikan Masyarakat setelah ditinggalkan oleh Drs. Tamsis Bastaman  yang menjadi Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Cijeungjing menggantikan Kuswandi, S.Pd., M.M. diisi oleh Hj. Lilis Budi M., S.Sos.
Di lingkungan bidang Pemuda dan Olahraga pun terdapat perubahan personil. H. Dedi Kusmana yang sebelumnya menduduki posisi Kasi Kepemudaan diganti oleh Drs. Ako Koswara, M.Pd. Sedangkan H. Unay demikian panggilan H. Dedi menjadi Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Sadananya. 
Sekarang agak keluar sedikit dari “mabes” Disdik Kabupaten Ciamis tapi masih di Kecamatan Ciamis. Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Ciamis diisi oleh Iwan Setiawan, S.Pd., M.Pd. yang sebelumnya di UPTD Pendidikan Cidolog. Sedangkan Hendriana, S.Sos., M.M., beralih tugas ke UPTD Pendidikan Kecamatan Cimaragas menggantikan Ence Rusmana yang ditugaskan di luar lingkungan Disdik. 
Masih di Kecamatan Ciamis, mantan Kepala SMPN 7 Ciamis Drs. Edi Rusyana Noer, M.Pd. mengisi posisi yang ditinggalkan pensiun oleh H. Sujatma yaitu sebagai Kepala SMPN 5 Ciamis. Pengganti Edi adalah Abdul Majid. Posisi Kepala SMAN 3 Ciamis yang belum lama dijabat oleh Drs. H. Rakhmat Susanto, M.Pd. diganti oleh Dede Hidayat, S.Pd. yang sebelumnya bertugas di SMAN 1 Cihaurbeuti. 
Di lingkungan SMK, Drs. H. Hadi Sumantoro, M.Pd. harus rela pindah dari sekolah yang sudah lama dibinanya yaitu SMKN 1 Ciamis ke SMKN 1 Kawali. Posisi Hadi digantikan oleh Dra. Ika Karniati Sardi, M.Pd. Demikian juga mantan Kepala SMKN 2 Ciamis yaitu Drs. Joko Maryoto yang harus mengabdi di SMKN 1 Padaherang. Dia bertukar tempat dengan Drs. Asep Agus. 
Kita ke arah barat kota Ciamis. Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Cikoneng diisi oleh H. Drs. Endang Mustafa Kamal, M.M. menggantikan Ako Koswara. Seterus-nya ke Kecamatan Panumbangan, di sana akan bertemu dengan Miming Mujamil, S.Pd., M.M. yang sebelumnya bertugas di UPTD Pendidikan Panjalu. Posisi yang ditinggalkannya diisi oleh Kuswandi, S.Pd., M.M. Seterusnya ke arah Lumbung, di kecamatan ini kepala UPTD Pendidikan yang baru adalah Endang Sudrajat, S.Pd.
Berikutnya ke Kecamatan Baregbeg, tetangga kota Ciamis. Di kecamatan tersebut Drs. Enceng Ahmad Arifin, M.Si. yang sebelumnya lama bertugas di Rancah. 
Ke daerah timur Ciamis, tepatnya Keca-matan Pamarican. Di daerah yang terkenal dengan gula merahnya ini, H. Use Said Fasya, S.IP. menggantikan Dede Sarto, S.IP,  yang menjadi Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Banjarsari. Posisi H. Use di Kecamatan Lakbok diisi oleh Drs. Nanang Suryana, M.M. yang dulunya di Banjarsari. 
Tetangga Lakbok yaitu Kecamatan Purwadadi, Kepala UPTD Pendidikan yang baru adalah Dedi Supriadi, S.Pd., M.Si. Sedangkan Kasmini pindah ke UPTD Pendidikan Kecamatan Parigi menggantikan Dede Haryadi, S.Pd. yang dipindahkan ke UPTD Pendidikan Kecamatan Mangunjaya.
Di selatan Ciamis, yaitu Kepala UPTD Pendidikan Cigugur yang baru adalah Suherman Heryana, S.Pd. yang bertukar tempat dengan Tata, S.Pd, M.Si. yang menjadi Kepala UPTD Pendidikan Kalipucang. 
Pada para pejabat baru tersebut, Ganesha mengucapkan selamat bertugas. Semoga dapat menjalankan amanat dengan baik.
                                                                                                                               (Arief/Ganesha)

Alhamdulillah, Gaji PNS Tetap Naik di 2013


Menjelang pergantian tahun 2012 ke 2013,  Pegawai Negeri Sipil (PNS) bisa kembali tenang. Rencana pembatalan kenaikan gaji pada 2013, dibantah oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Artinya, kenaikan gaji pada 2013 akan tetap direalisasikan.
..........................................
Menurut Agus, selaku bendahara negara, dirinya masih tetap sejalan dengan rencana kenaikan gaji PNS yang sudah dinyatakan dalam Nota Keuangan serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2013. 
"Tetap naik, anggarannya kan ada," ujarnya Jumat (14/12).
Pernyataan tersebut sekaligus membantah pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar yang sebelumnya menyatakan bahwa kenaikan gaji PNS dibatalkan karena tidak tersedia anggarannya. Atas ketidaksepahaman rencana tersebut, Menteri Keuangan berencana bicara dengan Menpan untuk memperjelas masalah tersebut.
"Karena itu, nanti saya bicarakan dengan Pak Azwar," kata Agus.
Sebelumnya, Azwar mengatakan jika Kementerian Keuangan tidak menyetujui kenaikan gaji PNS sebesar rata-rata 7 persen mulai Januari 2013. 
"Jadi, gaji pokok PNS tahun depan hampir pasti tidak mengalami kenaikan," ucapnya.
Sekadar catatan, Kementerian Keuangan memang telah menyiapkan kenaikan gaji PNS pada 2013 sesuai dengan kelompok golongannya. Kenaikan gaji tersebut rata-rata 7 persen. Golongan tersebut akan menentukan besaran persentase kenaikan gajinya.
Sebelumnya, Menpan Azwar Abubakar menyatakan, gaji PNS tak jadi naik tahun depan. Alasannya gaji PNS tak naik tahun 2013 ialah karena tak ada dana untuk membayar pensiunan PNS.
Azwar Abubakar menyebutkan, Menteri Keuangan Agus Martowardojo tak bisa memberikan izin gaji pokok untuk bisa naik antara 7 sampai 8 persen. Pasalnya Menkeu menghitung akan terjadi kekurangan dana untuk para pensiun PNS.
"Menteri Keuangan tidak berani menaikkan gaji PNS," ujar Azwar Abubakar di kantor Kementerian ESDM, Jumat (14/12/2012).
Ia menjelaskan, iuran untuk pensiun PNS mencapai  Rp 10 triliun per tahun. Namun, pemerintah harus membayar Rp 60 triliun untuk para pensiunan tersebut. 
"Jadi, minus Rp 50 triliun, ke depan mau bayar pakai apa," ungkap Azwar Abubakar.
Sudah Diperhitungkan
Namun menengok ke belakang, dalam nota keuangan yang dibacakan Presiden SBY pada Agustus lalu, disebutkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memberikan perhatian pada perbaikan kesejahteraan aparatur negara baik PNS maupun TNI dan Polri, serta para pensiunan.
Karena itu, selain meneruskan kebijakan pemberian gaji dan pensiun bulan ke-13, yang akan kita bayarkan pada tahun ajaran baru, pemerintah juga akan menaikkan gaji pokok PNS, TNI/Polri sebesar rata-rata 7 persen. Untuk itu, alokasi anggaran belanja pegawai dalam APBN 2013 ditetapkan sebesar Rp 241,1 triliun, naik 13, persen anggaran dalam APBN-P 2012. Kenaikan ini lebih kecil dari tahun-tahun sebelumnya yang kenaikan dipatok sebesar 10 persen.
Agus menyatakan, besaran kenaikan  7 persen ini mengacu kepada inflasi serta penyesuaian gaji hakim. 
"Kenaikan difokuskan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai untuk memacu produktivitas dan penguatan kualitas pelayanan masyarakat serta efisiensi birokrasi," katanya
Sementara itu Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Herry Purnomo me-nambahkan, meski terdapat kenaikan gaji na-mun dampaknya telah diperhitungkan. Karena itu, tidak akan mengganggu kesehatan fiskal negara. Herry menambahkan alokasi anggaran untuk kenaikan gaji PNS dalam APBN 2013 sudah aman untuk direalisasikan.
"Tidak ada (pembatalan kenaikan gaji). Anggaran untuk 2013 sudah aman," jelasnya. 
                                                                                                                          (agus ponda-gns/jps/kom)

Selasa, 25 Desember 2012

Siap-siap Menguji Kurikulum Baru

Mendikbud,  Mohammad Nuh mengklaim kurikulum baru 2013 yang disiapkan punya arah yang jelas. Dia juga membantah tudingan bahwa guru tidak dilibatkan dalam penyusunan kurikulum tersebut. Bahkan dalam waktu dekat semua pihak bisa menguji kurikulum  tersebut.
……………………………………………………………

Menteri Pendidikan Mohammad Nuh kembali memberikan penegasan terkait arah kurikulum baru yang akan diterapkan tahun ajaran 2013/2014 mendatang. Penegasan ini menjawab kekhawatiran sejumlah pihak yang belakangan menyangsikan kurikulum baru yang disiapkan pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tidak punya arah yang jelas.
Usai memberikan penghargaan kepada 24 guru se Indonesia yang menjadi pemenang lomba kreatifitas guru tingkat nasional di Kemdikbud, Selasa lalu, Nuh  menegaskan bahwa kurikulum baru yang dirancang pemerintah tidak muncul tiba-tiba. Tapi sudah disiapkan sejak tahun 2010 lalu.
“Apakah kurikulum yang kita kembangkan sekarang ujug-ujug muncul begitu saja? Saya kira tidak. Jadi kita sudah fikirkan penataan kurikulum ini sejak 2010, kita lakukan kajian. Alhamdulillah sekarang baru rampung, karena bentuknya sudah kelihatan,” kata Mohammad Nuh.
Menurut Menteri asal Jawa Timur itu, selama tiga tahun terakhir, penelitian yang dilakukan juga melibatkan guru. Namun bukan berarti harus mengikut sertakan semua guru yang jumlahnya 2,9 juta orang. Tapi guru yang diikut sertakan dalam penyusunan kurikulum baru hanya diambil beberapa guru sebagai sampel yang mewakili suara guru. Mereka juga ikut melihat kurikulum yang saat ini dijalankan, apa kelamahan dan kelebihannya, bagian mana yang harus disempurnakan.
“Arahnya pun sangat jelas. Kita ingin meningkatkan dan menyembimbangkan kompetensi dalam arti attitude, skill dan knowleadge, harus naik dan seimbang. Didasarnya tiga pilar, kreatifitas, inovasi dan produktif. Jiwanya adalah nilai-nilai ke-Indonesiaan,” tegas Mohammad Nuh.
Kemdikbud juga juga telah menetapkan bahwa Kamis (29/11) besok hingga tiga pekan berikutnya, uji public terhadap kurikulum baru yang telah dirancang pemerintah akan dimulai. Uji public itu akan dilakukan dalam dua bentuk, pertama dilakukan secara aktif dalam bentuk pertemuan langsung dengan audien yang terdari dari semua unsure masyarakat. Mulai dari para guru, orangtua, dewan pendidikan, pengamat, dinas kabupaten/kota dan unsur lain.
Tahap awal, uji publik akan dilakukan di 5 kota besar dan disusul di 33 Kabupaten yang ada di 33 Provinsi se Indonesia. Sedangkan melalui media online, Kemdikbud telah menyiapkan sebuah web khusus untuk uji public kurikulum baru tersebut. Web itu di desain interaktif, sehingga siapapun bisa mendownload draft kurikulum baru serta memberikan masukan untuk penyempurnaan.
“Kan waktunya tiga minggu, cukup lah untuk memberikan pandangan, dan ini akan bergulir. Bisa jadi nanti kelompok masyarakat tertentu, perguruan tinggi tertentu, guru-guru beri masukan. Salah satu contoh masukan untuk IPA dan IPS, apakah nanti masih dalam bentuk mapel di kelas 4,5,6, atau dilebur. Nah, di situ orang bisa beri komentar dan pandangan,” ujar Nuh.
Nuh menambahkan bahwa partisipasi dalam uji public ini dibuka untuk dua hal, pertama, menumbuhkan ownership dari partisipator, sehingga ada rasa memiliki. Kedua, untuk menyempurnakan, karena sebaik apapun kurikulum yang disiapkan, Nuh yakin masih ada yang tercecer. Itulah yang akan disempurnakan.

Belum Ciptakan Proses Belajar yang Asik
Sementara  itu anggota Komisi X DPR RI, Raihan Iskandar, menyatakan rancangan kurikulum baru pendidikan nasional 2013 yang akan segera diuji publik masih harus dikritisi bersama. Karena perubahan yang terjadi lebih pada materi ajar, bukan metode pegajarannya.
“Salah satunya adalah aspek pedagogik. Perubahan kurikulum utamanya hanya pada aspek materi ajar. Sedangkan aspek pedagogik atau metode pengajaran tidak berubah signifikan. Padahal aspek pedagogik yang menyangkut guru ini sangat penting, karena guru adalah pilar penentu keberhasilan kurikulum,” kata Raihan di Jakarta, Selasa (27/11).
Dia menjelaskan bahwa selama ini gurulah yang aktif dalam kegiatan belajar-mengajar. Sementara sekarang dengan kurikulum baru, siswa yang dituntut untuk aktif. Tapi, bentuk kurikulum baru menurutnya masih sama dengan sebelumnya.
“Tapi bentuknya sepertinya masih dengan sebelumnya, yaitu tatap muka di kelas. Padahal metode tersebut kurang efektif dalam menanamkan karakter kepada peserta didik.” tegas Raihan.
Politisi PKS ini juga menyatakan, Mendikbud M Nuh mestinya menyadari jumlah jam belajar di Finlandia lebih singkat dari pada di Indonesia. Tapi di Finlandia, peserta didik dibagi ke dalam kelompok mentoring/tutorial. Dan guru di sana minimal lulusan S2. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor keberhasilan pendidikan di sana.
Metode mentoring diakui sangat efektif dari pada metode tatap muka di kelas. Metode mentoring, dengan pembagian siswa ke dalam kelompok belajar dengan anggota kelompok sekitar 10-12 siswa dan seorang guru sebagai fasilitatornya, menjadikan hubungan antara guru dan siswa menjadi lebih dekat dan lebih kekeluargaan.
Selain itu siswa akan menjadi lebih nyaman dan asik dalam belajar. Sehingga tingkat penyerapan ilmu, nilai dan karakter siswa bisa lebih maksimal jika dibandingkan dengan metode tatap muka di kelas. “Dengan metode mentoring seperti itulah, kita tahu bahwa pendidikan Finlandia terbaik di dunia. Nah, apakah pemerintah sudah mempersiapkan pembinaan kompetensi guru untuk mengelola kelompok mentoring misalnya?” ujar Raihan mempertanyakan
Ditambahkannya bahwa pemerintah terkesan abai terhadap aspek kompetensi guru khususnya dalam hal pedagogik pada pembuatan kurikulum 2013 ini. Padahal Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 28 ayat 3 telah mengamanatkan bahwa kompetensi yang harus dimilki oleh seorang pendidik meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial.
(ganesha-agus ponda/jps/nt/)

Inilah Sejarah Hari Guru Indonesia


PGRI lahir pada 25 November 1945, setelah 100 hari proklamasi kemerdekaan Indonesia. Cikal bakal organisasi PGRI diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912, kemudian berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932.
..................................................
Semangat kebangsaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru-guru bangsa Indonesia. Organisasi perjuangan huru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).
Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah. Dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda mereka umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua.
Sejalan dengan keadaan itu maka disamping PGHB berkembang pula organisasi guru bercorak keagamaan, kebangsaan, dan yang lainnya.

Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Hasilnya antara lain adalah Kepala HIS yang dulu selalu dijabat orang Belanda, satu per satu pindah ke tangan orang Indonesia. Semangat perjuangan ini makin berkobar dan memuncak pada kesadaran dan cita-cita kesadaran. Perjuangan guru tidak lagi perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak “merdeka.”
Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya, kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.
Pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas.
Namun, setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya , PGI kembali berkiprah. Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24 – 25 November 1945 di Surakarta. Melalui kongres ini, segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah – guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Repub-lik Indonesia yang baru dibentuk. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam kongres inilah, pada tanggal 25 November 1945 – seratus hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan.
Dengan semangat pekik “merdeka” yang bertalu-talu, di tangan bau mesiu pemboman oleh tentara Inggris atas studio RRI Surakarta, mereka serentak bersatu untuk mengisi kemerdekaan dengan tiga tujuan  yakni Mempertahan-kan dan menyempurnakan Republik Indonesia, mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan, dan membela hak dan nasib buruh umumnya, guru pada khususnya.
Sejak Kongres Guru Indonesia itulah, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Harapan Besar
Jiwa pengabdian, tekad perjuangan dan semangat persatuan dan kesatuan PGRI yang dimiliki secara historis terus dipupuk dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan negara kesatuan republik Indonesia. Dalam rona dan dinamika politik yang sangat dinamis, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tetap setia dalam pengabdiannya sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan, yang bersifat unitaristik, independen, dan tidak berpolitik praktis.
Untuk itulah, sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional, dan diperingati setiap tahun.
Akan tetapi di Indonesia, Hari Guru bukan merupakan hari libur nasional sehingga sekolah, instansi pemerintah, dan perusahaan swasta tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Hari Guru lebih banyak diperingati di sekolah-sekolah dengan cara mengadakan berbagai acara dan kegiatan sebagai bentuk penghargaan dan rasa terima kasih terhadap guru di Indonesia.
Tentu ada sebuah harapan besar di hari ulang tahun guru ini. Harapan besar itu adalah bersatunya para pendidik dalam satu wadah organisasi yang bernama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Suka atau tidak suka PGRI adalah salah satu organisasi pendidik terbesar yang diakui pemerintah, dan hari kelahiran PGRI kita peringati sebagai hari guru.
Mudah-mudahan para guru selalu mampu memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. “Tidak ada guru, tidak ada pendidikan, tidak ada pendidikan mustahil ada proses pembangunan”. Hanya dengan sentuhan guru yang profesional, bermartabat, dan ditauladani, maka anak-anak bangsa akan menerima proses pembelajaran yang mendidik dan bermutu. Ada sebuah kalimat hikmah, “man yazra’ wa huwa yahsud”, artinya siapa yang menanam, dialah yang akan memanen. Jika kita menginginkan kebaikan bagi diri kita, maka mulailah dari diri kita untuk menebarkan kebaikan kepada orang lain. Dalam makna lain siapa yang menanam padi, dia akan memanen padi pula. Bahkan rumput pun akan tumbuh disekitar padi itu. Namun, siapa yang menanam rumput, jangan harap ada padi yang bisa tumbuh.
Oleh karena itu guru harus meningkat-kan customer service bagi anak didiknya. Karena jasa-jasa guru akan terpatri dan guru akan selalu hidup dalam setiap kenangan dan langkah kehidupan anak didiknya, sebagaimana sering dilantunkan peserta didik dalam lagu Hymne Guru.
Semoga PGRI, guru, dan bangsa Indonesia tetap jaya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.Selamat Hari Guru Nasional dan Sukses untuk kita semua.
(ganesha/nt/)

Senin, 19 November 2012

Guru Ciamis Bisa Mengajar Siswa Sumatera

Kemendikbud Luncurkan Kelas Maya
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom), meluncurkan Kelas Maya, Jumat (9/11/2012). Kelas ini sebagai pengembangan program Rumah Belajar.
........................................
Dengan Kelas Maya, guru dan siswa tidak lagi dibatasi ruang untuk saling berinteraksi.
Rumah Belajar merupakan portal yang dibangun oleh Kemendikbud untuk memfasilitasi ketersediaan konten bahan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh pendidik dan peserta didik.
Sejumlah konten yang nantinya tersedia di Kelas Maya Portal Rumah Belajar di antaranya bahan belajar interaktif yang dilengkapi dengan media pendukung gambar, animasi, video dan simulasi.
Kepala Pustekkom Kemendikbud, Ari Santoso, mengatakan Kelas Maya merupakan dukungan bagi proses pembelajaran yang lebih terintegrasi, baik dari sisi konten maupun proses interaksi antara guru dan murid.
"Kita tahu proses belajar mengajar tergantung pada peran guru. Karena terbatasnya jumlah guru, maka guru bisa mengadakan kelas maya, dimana muridnya bisa memilih guru itu dari mana saja, sehingga guru bisa mengajar murid dari semua pelosok Indonesia," ujar Ari di Kemendikbud, Kamis (8/11).
Sesuai dengan Permen 24 tahun 2012 tentang pembelajaran jarak jauh, memang diperuntukkan bagi perguruan tinggi. Namun, kata Ari, dalam Undang-undang Sisdiknas ada satu klausul yang mengatur tentang perlakuan khusus bagi daerah tertentu.

Maka kelas maya ini bisa dimanfaatkan, misalnya guru di Ciamis dapat berinteraksi dengan murid di Sumatera. Artinya murid bisa mendapatkan ilmu dari guru berbeda, bisa kolaborasi guru dan murid dimana saja dengan menggunakan program yang Ditambahkan dia, bahwa program ini sebenarnya sudah berjalan dan telah diterapkan di 16 sekolah di Indonesia, yang mengakses situs Rumah Belajar. Tidak hanya itu Portal ini tidak hanya untuk siswa dan guru mulai dari TK-SLTA, tapi juga dosen dan mahasiswa.
Sementara itu Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim mengatakan nantinya akan ada 100 ribu sekolah bisa meggunakan proses pembelajaran pakai TIK ini.
Dengan TIK kata dia,  proses belajar mengajar jadi lebih menarik. Karena semua proses pembelajaran bisa diakses lewat TIK. Siswa dan guru tidak lagi dibatasi ruang dan waktu dalam belajar mengajar.
"Kelas Maya menggunakan TIK yang tersedia dalam portal Rumah Belajar ini bisa diakses di mana-mana. Basis pertama adalah provinsi. Dengan pembelajaran TIK semangat anak-anak lebih meningkat serta terbukti meningkatkan efisiensi belajar mengajar," jelas Musliar.
Yang tidak kalah penting, lanjut Musliar, TIK memiliki fungsi untuk pembangunan karakter, karena TIK terkoneksi, TIK menyediakan semua konten pelajaran yang dirancang oleh guru-guru dari seluruh tanah air.
"Konten dalam TIK ini erat hubungannya dengan pendidikan karakter bangsa dengan berbagai fungsi lainnya," pungkas Musliar.
Katanya,  Rumah Belajar merupakan portal yang dibangun oleh Kemendikbud untuk memfasilitasi ketersediaan konten bahan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh pendidik dan peserta didik. Sejumlah konten tersedia di Kelas Maya.

Belajar Mengajar Kian Mudah
Menurut Staf Bidang PTP Berbasis Web dan Multimedia, Pustekkom, Hasan Chabibie, S.T. , dengan adanya Portal Rumah Belajar aktivitas mengajar dan belajar bagi para guru dan siswa kini bakal makin mudah dan menyenangkan. Ini seiring munculnya terobosan baru dari Kementerian Pendidikan Nasional yang meluncurkan portal rumah belajar, Portal ini dapat diakses dengan alamat http://belajar.kemdiknas.go.id.  Sebuah Portal yang didesain khusus sesuai dengan kebutuhan stakeholder pendidikan dan diharapkan mampu menjawab ‘digital devide’ dalam dunia pembelajara.
Portal rumah belajar merupakan media belajar berbasis internet (on line) yang dibangun secara khusus untuk memudahkan guru dan siswa mendapatkan bahan atau materi untuk kepentingan mengajar siswa. Portal ini bisa diakses melalui: http://belajar.kemdiknas.go.id. Berbeda dengan situs internet pada umumnya, portal rumah belajar ini lebih menekankan sisi interaktivitas antara pengguna yakni guru dan siswa dengan portal rumah belajar itu sendiri. Lewat portal rumah belajar, para guru dan siswa bisa mengakses bahan belajar serta berkomunikasi dan interaksi antar komunitas pendidikan. Portal ini juga bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain yang punya kemauan untuk belajar.
 "Diharapkan pengguna portal rumah belajar terus meningkat dari waktu ke waktu sehingga mampu membentuk komunitas. Dengan terbangunnya komunitas belajar melalui portal rumah belajar, nantinya konten dari portal ini bisa terus dikembangkan secara mandiri oleh para guru dan siswa yang aktif memanfaatkannya." kata Hasan.
Sementara itu, seiring aktifnya pengguna portal tersebut, Kementerian Pendidikan Nasional akan bertindak sebatas inisiator, fasilitator, serta regulator.

 Fasilitas Kelas Maya
Sebagai media belajar yang berbasis on line, portal rumah belajar ini didesain untuk memudahkan lalu lintas aktivitas para penggunanya. Terdapat 3 (tiga) fasilitas yang bisa diakses oleh para guru dan siswa. Fasilitas itu adalah  Rancangan Pembelajaran,   Bahan Belajar, Aktifitas Belajar,  Bank soal dan Katalog Media.
Contohnya pada menu Rancangan Pembelajaran, guru dapat mendownload dan meng upload materi rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP). Silabus rancangan pembelajaran ini mengacu pada kurikulum inti, serta SK-KD yang dikembangkan oleh Pusat Kurikulum.
Untuk menu Bahan Belajar, guru dapat mengunduh multimedia pembelajaran seperti materi pokok, modul on line, animasi, simulasi, video, audio, dan buku elektronik. Tidak hanya itu, menu Bahan Belajar juga menyediakan katalog multimedia pembelajaran yang terdiri dari teks, grafis, foto, video, audio, dan animasi.
Contoh penggunaan fasilitas lainnya, yakni pada menu Bank Soal, para guru dan siswa bisa melihat berbagai macam soal sesuai mata pelajaran. Jika berminat untuk mengerjakannya, pengguna juga bisa langsung mengisikan jawaban untuk tiap-tiap soal. Seluruh pengerjaan soal nantinya bisa langsung dihitung nilainya secara real time setelah soal-soal selesai dijawab. Dari penghitungan tersebut, pengguna bisa segera berapa jumlah jawaban yang benar berikut durasi pengerjaannya. Inilah sisi interaktivitas yang ditawarkan oleh portal rumah belajar.
Semua menu dan fitur yang disajikan di portal ini memang dirancang khusus bagi para guru dan siswa untuk pengembangan aktivitas belajar dan mengajar dengan memanfaatkan kelebihan multimedia sehingga bisa menambah nilai interaktifitas pengguna.
Dengan adanya keterlibatan aktif penggunanya, portal kelas maya rumah belajar ini nantinya akan menjadi sarana yang sangat efektif untuk mendiskusikan beragam hal seputar dunia pendidikan. Semuanya tentu demi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Dan bila anda merasa bosan, atau ingin mencoba sesuatu yang baru dalam hal belajar dan mengajar kelas maya ini bisa dicoba.
                                                                                                          (agus ponda/ganesha)

Kisah Seorang Guru & Murid Istimewa

Film Taare Zameen Par, ceritanya sangat inspiratif dan menggugah hati. Kisah hidup seorang guru berhati mulia. Mulia bukan karena semata berprofesi sebagai guru, tapi justru karena perilakunya yang patut digugu dan ditiru.
...............................
Mengapa demikian? Profesi guru itu mulia. Kemuliaan itu semakin tampak ketika perilaku guru berkiblat pada kebajikan. Kehidupannya memberi inspirasi serta mampu menyentuh kehidupan murid-muridnya. Seperti yang dilakukan guru Nikumbh pada Ishaan. Mengubah jalan kehidupan Ishaan dari masa suram menjadi masa-masa yang membahagiakan.

Ishaan merupakan korban dari sistem pendidikan yang egois. Melihat kesuksesan melulu dari satu sudut pandang saja, prestasi akademik yang gemilang. Ketika nilai akademik Ishaan memprihatinkan, sistem seakan hendak menjatuhkan vonis bahwa Ishaan bermasa depan suram.
Kepala sekolah maupun guru Ishaan sudah angkat tangan dengan kondisi Ishaan yang sangat payah dalam soal prestasi akademik. Naasnya, orang tua Ishaan pun selalu membandingkan Ishaan dengan kesuksesan kakaknya yang memang pintar secara akademik.
Tak ada yang paham ada keistimewaan khusus pada diri Ishaan. Jika tereksplorasi, keistimewaan inilah yang justru akan mampu menjadikan Ishaan jadi sosok unik nan spesial. From nobody to somebody. Anak malang ini pun dikeluarkan dari sekolahnya. Ishaan begitu sangat terasing.
Ishaan adalah anak istimewa, sehingga memang perlu dididik guru istimewa pula. Di tengah rasa keputusasaan atas nasibnya, hadir sosok manusia biasa yang melakukan hal luar biasa. Guru Nikumbh mencoba menguak misteri yang terjadi pada hidup Ishaan.
Totalitas dan kecintaan pada murid, kunci sukses seorang guru bisa menjadi sosok spesial di mata murid-murid. Setiap kata dan perbuatan guru itu mesti bijaksana. Eloknya jika data serta fakta ikut dihadirkan dalam menyampaikan suatu hal. Guru Nikumbh sangat detil mencermati profil pribadi Ishaan.
Guru Nikumbh mengenali Ishaan sebagai siswa berkebutuhan khusus. Ishaan punya masalah disleksia. Hal itu ditemukan pada buku catatan dan apa yang terjadi di masa lalu Ishaan. Bukti yang cukup valid untuk mengetahui sumber persoalan utama yang dihadapi Ishaan.
Salah satu episode menarik dari film itu, ketika Nikumbh mencoba membahas persoalan Ishaan dengan orang tuanya. Nikumbh tak gentar untuk berdebat dengan orang tua Ishaan karena punya banyak bukti yang bisa dipertanggungjawabkan.
Dia tampilkan dirinya sebagai sosok yang tak sok tahu. Dia hindari sikap "merasa" paling benar. Argumentasinya cerdas dan bernas, lengkap dengan semua produk karya tulis dan hasil lukisan Ishaan. Berapa banyak guru yang bisa sadarkan orang tua untuk lebih kenal dengan kehidupan anaknya? Tak banyak, tapi yakinlah pasti ada.

Karena Cinta
Kalau bukan karena cinta pada sang murid, mustahil seorang guru datang ke rumah orang tua siswa yang jaraknya ratusan bahkan ribuan kilometer. Kalau bukan karena kesungguhan hati, sang guru pasti akan kehabisan akal serta kesabaran duluan sebelum persoalan berat yang menimpa muridnya dituntaskan.
Guru Nikumbh sadar sepenuhnya, Ishaan punya persoalan disleksia yang turut memengaruhi prestasi akademiknya. Satu lagi, Ishaan tetaplah sosok istimewa andai diberi kesempatan untuk menunjukkan potensi terbaik dari dirinya.
Guru itu hebat bukan hanya karena dia lulusan terbaik dari kampusnya. Guru itu hebat bukan karena melulu dia raih banyak gelar sebagai guru teladan. Belum tentu juga guru yang lulus sertifikasi digelari guru hebat. Jika dia tak mampu bakar semangat murid untuk belajar, tahan dulu anggap dirinya guru hebat.
Guru hebat, dia mampu memotivasi serta menyadarkan murid untuk apa dan untuk siapa dia belajar dalam kehidupan ini. Kesannya begitu melangit. Tapi bagi guru seperti Nikumbh, hal itu bisa dipraktikkan. Dia bercerita tentang sosok-sosok hebat semacam Einstein, Pablo Picasso, Leonardo Da Vinci, serta tokoh hebat lainnya.
Dia tak hanya sekadar bercerita tentang kisah sukses tokoh-tokoh itu. Tapi cerita tentang kepayahan mereka dalam hal membaca, menulis, berhitung, serta gagalnya menunjukkan prestasi akademik yang tak menghalangi kecemerlangan mereka menjadi bintang di bidang spesialisasinya. Itulah guru hebat. Ishaan, mulai tersadar hidup itu mesti terus berjalan. Perbaiki sisi lemah dari diri kita, dan berlatihlah terus untuk menunjukkan prestasi terbaik.
Guru Nikumbh menulis di papan tulis, satu demi satu huruf ditulis dari kanan ke kiri. “HMBUKIN RAKNAHS MAR IS EMAN YM”. Ayo dibaca apa? Bingung? Guru Nikumbh lantas membawa sebuah cermin dan mendekatkan cermin itu pada tulisan yang dibuatnya. Semua siswa girang bukan kepalang karena bisa membaca tulisan itu dengan jelas, “MY NAME IS SHANKAR RAM NIKUMBH”. Thinking out of the box, cara mengajarnya pun kreatif dan sangat kontekstual dengan kehidupan murid.
Di satu kesempatan, Ishaan begitu sangat dimanjakan dengan cara mengajar guru Nikumbh. Dia bisa jawab pertanyaan guru Nikumbh, lantas kata-kata tulus meluncur dari guru Nikumbh mengapresiasi jawaban Ishaan. Sesuatu yang sangat jarang diberikan oleh guru-guru sebelumnya. Dia merasa sangat istimewa di mata guru Nikumbh. Rasa percaya dirinya berangsur pulih. Terlebih ketika Nikumbh dengan segenap rasa cinta mengajari Ishaan belajar membaca, menulis, dan berhitung. Hal istimewa yang dilakoni dua manusia spesial.
Adegan yang paling menguras emosi di film itu hadir, ketika Ishaan mengikuti lomba melukis di sekolahnya. Lama ditunggu sang guru, Ishaan baru datang di saat peserta lain sudah mulai melukis. Ishaan lalu mulai melukis, begitu pun dengan guru Nikumbh.
Setelah selesai melukis, Ishaan segera menyerahkan hasilnya ke guru Nikumbh. Guru Nikumbh sangat takjub dengan hasil lukisan Ishaan. Bahkan ketika Nikumb masih terpesona mencermati lukisan itu, Ishaan mencoba lebih dekat untuk melihat apa yang dilukis gurunya. Dia sangat penasaran akan hal itu.
Ternyata sebuah lukisan indah yang menampilkan sosok dirinya yang sedang tersenyum bahagia. Ishaan berdiri mematung tak mampu berkata-kata. Mereka saling bertatapan, tak ada sepatah kata pun meluncur dari bibir mereka. Hanya ada rasa haru yang membuncah. Rasa haru yang tak sempat membuat Ishaan menangis bahagia.
Semua hadirin berdiri dan bertepuk tangan, ketika nama Ishaan Nandkishore Awasthi dari kelas 3D disebut sebagai pemenang lomba lukis. Sang juara berjalan digandeng sang guru untuk menerima penghargaan.
Sesaat setelah menerima penghargaan, Ishaan langsung berlari memeluk Nikumbh. Mereka saling berpelukan dan menitikkan air mata. Pelukan dan air mata yang punya banyak arti bagi Ishaan dan Nikumbh.
Itulah saat yang paling mengharukan bagi siapa saja yang menyaksikan adegan tersebut. Adegan yang mengabarkan tentang kuatnya ikatan cinta yang melandasi hubungan di antara murid dengan guru.
Itulah perasaan cinta sang guru, yang bisa melakukan apa pun yang terbaik untuk muridnya. Dialah manusia pilihan, yang bersedia menjadi pijakan bagi kesuksesan dan kebahagiaan murid-muridnya. Kapan terakhir kita menyaksikan adegan mengharukan seperti ini? Saya sangat merindukan hadirnya sosok guru seperti Nikumbh. Bagaimana dengan Anda?
(dari tulisan Asep Sapa'at, teacher trainer di Sekolah Guru Indonesia)

Minggu, 04 November 2012

Kisah Seorang Guru dan Dua Muridnya

Alkisah di sebuah negeri hidup seorang guru silat yang sudah sangat tua. Ia mempunyai dua murid yang masing-masing memiliki tingkat keseriusan, semangat, dan keuletan belajar silat yang sama.
......................................................
Untuk mewariskan perguruannya, ia harus memilih yang terbaik dari keduanya.
Pertandingan di antara mereka pun dilakukan. Namun, beberapa kali adu kekuatan selalu berakhir dengan seimbang. Mereka ternyata mampu menyerap ilmu yang sama dari si guru silat. Selain itu, keduanya juga sering berlatih bersama-sama sehingga masing-masing sudah mengetahui kelebihan dan kekurangannya.
Untuk mengetahui mana di antara mereka yang lebih baik dan lebih cerdik, guru tersebut terpaksa menggunakan cara lain.

Suatu tengah malam, guru tersebut memanggil kedua muridnya dan memberi mereka tugas,
"Besok pagi kalian pergilah ke hutan mencari ranting pohon. Siapa yang pulang dengan hasil yang terbanyak, dialah yang keluar sebagai pemenang."
Sambil menarik napas panjang sang guru memperhatikan kedua muridnya yang sedang mendengarkan dengan serius kemudian ia melanjutkan,
"Waktu yang tersedia untuk kalian adalah jam lima pagi sampai jam lima sore."
Kemudian guru tersebut mengambil sesuatu dari bawah meja dan berkata,
"Ini adalah dua bilah parang yang dapat kalian gunakan, ada pertanyaan?"
Karena merasa tugas yang diembankan kepada mereka mudah, mereka pun serempak menjawab,
"Tidak."
"Baiklah kalau begitu, sekarang, kalian cepatlah beristirahat dan besok bangun lebih pagi," Nasihat sang guru.
Mendapat tugas yang baru ini, di benak murid yang pertama langsung terbayang bahwa keesokan harinya ia harus bekerja lebih keras dan lebih serius karena waktunya terbatas. Ia terlalu terfokus pada waktu, yakni harus berangkat jam 5 tepat, tidak boleh kurang satu detik pun dan pulang jam 5 sore, tidak boleh lebih. Setelah yakin dengan waktunya, ia pun pergi tidur.
Dengan tugas yang sama, murid kedua lebih terfokus pada pekerjaan yang harus dilakukannya. Ia langsung memeriksa parang yang disediakan oleh gurunya, dan ternyata parang tersebut adalah parang tua yang sudah tumpul.
Maka, ia pun memutuskan, besok sebelum berangkat ia akan mencari batu asah untuk mengasah parangnya agar menjadi tajam dan siap digunakan. Dengan parang yang lebih tajam, hasil yang sama dapat diperoleh dengan upaya yang lebih sedikit, pikirnya.
Tantangan kedua yang terbayang di benaknya adalah bagaimana cara membawa ranting pohon lebih banyak secara efisien dan efektif? Sementara temannya sudah tertidur lelap, ia masih mondar-mandir di depan kamarnya, memikirkan cara terbaik untuk membawa ranting dengan jumlah lebih banyak. Setelah berpikir cukup lama dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan, ia memutuskan untuk menyiapkan tali pengikat dan tongkat pikulan sebelum berangkat keesokan harinya.
Dengan memikul ranting menggunakan tongkat pikulan. Paling tidak, ia bisa membawa dua ikat besar ranting-satu di depan dan satu lagi di belakang, itu berarti dua kali lipat lebih banyak dibandingkan memanggulnya. Dengan perasaan puas, ia pun pergi tidur.
**
Keesokan harinya, murid pertama yang sudah berencana akan bekerja keras, bangun tepat waktu dan langsung berangkat ke hutan.
Sementara itu, murid kedua masih tidur karena terlambat tidur memikirkan strategi. Tepat jam enam pagi, murid kedua bangun. Sesuai rencana, ia segera mencari batu asah dan mengasah parangnya sampai benar-benar tajam. Kemudian ia mencari tali dan tongkat pikulan. Setelah semua perlengkapan siap, ia segera berangkat ke hutan, jam menunjukkan pukul tujuh lebih.
Ketika jam menunjukkan pukul satu siang, murid kedua sudah berhasil mengumpulkan ranting cukup banyak. Ia segera mengikatnya menjadi dua dan memikulnya pulang. Sesampainya di rumah, diserahkannya ranting-ranting tersebut kepada gurunya. Ia berhasil mendapat banyak ranting dan pulang lebih cepat.
Sementara itu, murid pertama, karena tidak mengasah parangnya, harus menggunakan waktu dan energi yang lebih besar untuk memotong ranting pohon. Dengan demikian ia juga memerlukan waktu yang lebih banyak untuk beristirahat karena kelelahan. Belum waktu yang ia gunakan untuk mencari tali pengikat. Selain itu, dengan caranya membawa ranting kayu yang dipanggul di pundaknya, jumlah yang bisa dibawanya juga terbatas.
Apa yang bisa dijadikan renungan dari kisah tadi?
Terkadang para guru terbelenggu oleh kerutinan kerja sehari-hari, sehingga lupa "mengasah parang" yang berupa belajar, ikut pelatihan, training, mengadakan meeting, briefieng pagi dan lain-lain.
Padahal kegiatan di atas yang menurut kita "buang waktu" tersebut justru merupakan sarana ampuh untuk meningkatkan dan mengembangkan skill, knowledge, dan attitude kita.
Pelatihan, training, meeting, briefieng, pengarahan atau belajar pada dasarnya adalah bertujuan untuk "memudahkan" pekerjaan kita sehari-hari.
Bukankah mengasah parang selama 3 menit sangat tidak berarti saat kita harus menebang pohon selama 3 jam?!
                                                                                  (ganesha/sumber: Djodi I /andri W/nt)